Untuk orang yang asalnya dari kampung seperti aku pasti tahu bagaimana
rasanya hidup di desa. Aku juga lahir di desa alias bukan berasal dari
kota jadi bisa merasakan kehidupan di desa. Tapi mungkin kalau
orang yang asalnya dari kota terus tiba-tiba hidup di desa pasti susah
untuk menyesuaikan diri atau malah sebaliknya ya? Enaknya tinggal di
desa itu bisa menanam sayur sendiri, padi sendiri atau memelihara ayam
kampung secara alami. Memelihara ayam kampung selain bisa motong sendiri
kalau mau makan diging ayam juga bisa dipelihara dan dijual sebagai
penghasilan.
Tapi aku melihat tetanggaku sendiri yang lahir di kota bahkan orang tua
nya di kota tapi malah betah tinggal di desa ikut om nya. Kehidupan di
desa identik dengan hidup sederhana dibandingkan dengan hidup di kota
yang segalanya harus mengeluarkan uang untuk memenuhi segala kebutuhan
misalnya kebutuhan pangan. Jadi kalau hidup di kota memang benar-benar
harus mempunyai pekerjaan tetap atau mungkin wiraswasta/sesuatu yang
bisa menghasilkan uang. Yang lebih enak lagi kalau hidup di desa dan
menjabat sebagai pegawai negeri mungkin susahnya tidak seperti yang
penghasilannya hanya sebagai petani yang cara mendapatkan uang
penghasilan dari hasil kebun yang kadang ada dan kadang tidak ada.
Kebanyakan orang di desa mempunyai tanah walau mungkin hanya sedikit.
Dengan tanah itu orang kampung atau desa bisa memanfaatkan untuk
bercocok tanam misalnya menanam sayuran, dll apalagi kalau desa itu
tanahnya subur. Seperti ini orang tuaku sendiri yang menanam pohon
kelapa sampai kelapa nganggur, kalau dijual harganya murah. Tapi walau
harganya murah kelapa di atas bisa juga untuk menambah biaya hidup dan
mencukupi kebutuhan. Kalau hidup di desa itu ibaratnya uang 5 ribu
rupiah juga cukup buat makan sehari. Misalnya makan hanya dengan lawuh
tempe/tahu atau malah tidak sama sekali, hanya makan dengan sayuran atau
sambel itu sudah nikmat sekali. So coba bandingkan dengan kehidupan di
kota, indahnya kesederhanaan. Tapi karena di desa kurang lapangan
pekerjaan jadi orang desa kebanyakan merantau untuk mencari uang, kalau
ingin menciptakan lapangan kerja juga butuh modal
.
Seperti kelapa di atas ini sampai nganggur-nganggur, itu kelapa di kebun
depan rumahku aja. Orang tuaku terlalu sibuk ngurus kambing, kelinci
dan kebun/sawah sampai tidak sempat ngurus kelapa itu yang berjatuhan
sendiri karena sudah tua. Tapi aku salut dengan tenaga orang-orang desa
yang sangat kuat karena mengurus kebun dan tahan banting, mungkin
tenaganya lebih kuat daripada orang yang pekerjaanya enak/kerja office,
dll misalnya. Karena kami hanya hidup sebagai petani jadi ya harus kerja
keras mengurus hasil bumi/hewan peliharaan karena dari situlah kami
keluargaku mendapatkan uang dan tetap bersyukur. Selain itu kehidupan di desa solidaritas penduduknya juga tinggi dibandingkan kehidupan di kota yang kadang individualisme.
Ini sayur buat campuran masak supermi hehe...bapakku yang rajin
menanamnya, malah menanam pohon cabe/lombok/cili juga. Bukan hanya itu
tapi termasuk seledri, pohon bawang, dll hmmmm indahnya hidup di desa
dengan cara sederhana dengan prinsip yang penting cukup xD. Kehidupan
yang selalu aku rindukan adalah hidup di desa. Berkebun pada usia tua untuk kesehatan, jadi pada usia tua berkebun itu juga banyak manfaatnya Itulah entri aku tentang kehidupan di desa.



























